STTBENTARA Bongkar Rahasia Pelayanan yang Tak Pernah Gagal!
Apa rahasia pelayanan yang tak pernah gagal? Bukan karisma. Bukan jumlah jemaat. Bukan juga keajaiban spektakuler. Menurut STTBENTARA, rahasianya adalah kehadiran yang konsisten dalam kerapuhan.
Di tengah budaya instan dan performa, STTBENTARA mengajarkan sesuatu yang radikal pelayanan adalah tentang hadir bukan tentang hasil. Seorang pendeta tidak diukur dari berapa banyak orang bertobat, tapi dari seberapa setia ia duduk di samping orang yang menderita.
“Kami melatih mahasiswa untuk tinggal, bukan hanya datang,” kata Dr. Timotius, dosen pastoral di STTBENTARA. “Yesus tidak menyembuhkan semua orang di Yerusalem. Tapi Ia hadir penuh perhatian, penuh empati.”
Salah satu metode unik STTBENTARA adalah “Imersi Penderitaan”. Mahasiswa tinggal selama sebulan di panti jompo, rumah singgah korban kekerasan, atau komunitas difabel. Mereka tidak boleh berkhotbah. Tugas mereka hanya satu: mendengarkan.
Hasilnya luar biasa. Lulusan STTBENTARA dikenal karena kedalaman rohani dan kepekaan emosional bukan karena retorika hebat. Mereka tahu kapan diam lebih kuat daripada khotbah.
Salah satu alumni, Pdt. Lina, melayani di daerah bencana. Ia tidak langsung membagikan ayat penghiburan. Ia pertama-tama membantu menggali kuburan, memasak nasi, dan menangis bersama korban. “Orang tidak butuh ayat saat luka masih basah. Mereka butuh sahabat,” katanya.
Inilah yang membuat pelayanan lulusan STTBENTARA “tak pernah gagal” mereka tidak mengukur sukses dari angka, tapi dari kehadiran.
Di dunia yang penuh dengan influencer rohani yang cari spotlight, STTBENTARA mencetak pelayan yang rela jadi bayangan asal Kristus yang tampak.
Dan dalam kerendahan itulah, kuasa Allah nyata.

Komentar