Postingan

Dulu Pecandu, Kini Jadi Gembala Ini Peran STTBENTARA!

Gambar
Dulu, Yosef hidup di lorong gelap: narkoba, judi, dan kekerasan. Ia sudah putus asa sampai suatu malam, seorang pemuda mengajaknya ke pertemuan doa kecil di gubuk pinggir kali. Di sanalah ia pertama kali mendengar: “Ada pengharapan bagi yang hancur.” Kini, Yosef adalah Gembala Jemaat di Komunitas Pemulihan Kota, dan lulusan terbaik STTBENTARA angkatan 2024. Perjalanannya tidak mudah. Saat mendaftar ke STTBENTARA, banyak yang meragukan. “Apakah mantan pecandu layak belajar teologi?” Tapi STTBENTARA percaya: panggilan Tuhan tidak melihat latar belakang, tapi kerinduan hati. Di kampus, Yosef tidak diperlakukan sebagai “kasus khusus”. Ia belajar seperti mahasiswa lain hermeneutika, sejarah gereja, pastoral konseling. Tapi pengalaman hidupnya menjadi aset teologis: ia mengerti penderitaan, keraguan, dan kerinduan akan pemulihan seperti yang tidak dimengerti banyak calon hamba Tuhan. Mata kuliah favoritnya? “Teologi Pemulihan” yang menggali kisah-kisah Alkitab tentang orang yang dipulihkan: ...

Mahasiswa STTBENTARA Berani Tantang Para Pendeta Senior!

Gambar
Seorang mahasiswa STTBENTARA berdiri di depan forum pelayan gereja dan berkata “Saya tidak setuju dengan cara Bapak menggambarkan perempuan dalam khotbah Minggu lalu.” Ruangan hening. Para pendeta senior saling berpandangan. Tapi sang mahasiswa dengan suara tenang melanjutkan:   “Alkitab memanggil perempuan sebagai rekan sekerja dalam Injil, bukan hanya ‘penolong di rumah’.” Ini bukan pemberontakan. Ini hasil pendidikan teologis yang kritis dan berani ciri khas STTBENTARA. Di kampus ini, mahasiswa diajar untuk menghormati otoritas, tapi tidak takut pada otoritarianisme. Mereka belajar bahwa iman sejati bukan taat buta, tapi dialog yang rendah hati dengan tradisi sambil terus diuji oleh firman Tuhan. Kasus seperti ini bukan yang pertama. Tahun lalu, sekelompok mahasiswa menantang gereja untuk merevisi kebijakan diskriminatif terhadap jemaat disabilitas. Mereka tidak protes. Mereka datang dengan proposal teologis dan praktis lengkap disusun dalam mata kuliah “Etika Sosial Kristi...

STTBENTARA Bongkar Rahasia Pelayanan yang Tak Pernah Gagal!

Gambar
Apa rahasia pelayanan yang tak pernah gagal? Bukan karisma. Bukan jumlah jemaat. Bukan juga keajaiban spektakuler. Menurut STTBENTARA, rahasianya adalah kehadiran yang konsisten dalam kerapuhan. Di tengah budaya instan dan performa, STTBENTARA mengajarkan sesuatu yang radikal pelayanan adalah tentang hadir bukan tentang hasil. Seorang pendeta tidak diukur dari berapa banyak orang bertobat, tapi dari seberapa setia ia duduk di samping orang yang menderita. “Kami melatih mahasiswa untuk tinggal, bukan hanya datang,” kata Dr. Timotius, dosen pastoral di STTBENTARA. “Yesus tidak menyembuhkan semua orang di Yerusalem. Tapi Ia hadir penuh perhatian, penuh empati.” Salah satu metode unik STTBENTARA adalah “Imersi Penderitaan”. Mahasiswa tinggal selama sebulan di panti jompo, rumah singgah korban kekerasan, atau komunitas difabel. Mereka tidak boleh berkhotbah. Tugas mereka hanya satu: mendengarkan. Hasilnya luar biasa. Lulusan STTBENTARA dikenal karena kedalaman rohani dan kepekaan emosional ...

Kuliah Teologi di STTBENTARA, Gaji Pertama Rp15 Juta/Bulan?

Gambar
“Kuliah teologi? Buat apa? Nanti gajinya kecil!”   Kalimat itu dulu sering didengar calon mahasiswa STTBENTARA. Tapi kini, banyak lulusan mendapat penghasilan awal hingga Rp15 juta per bulan dan bukan dari jadi pendeta tradisional. Bagaimana mungkin? Kuncinya: STTBENTARA tidak mengajarkan teologi sebagai akhir, tapi sebagai fondasi untuk pelayanan multidimensi. Lulusan tidak hanya siap jadi gembala, tapi juga konselor, pendidik, penulis, content creator rohani, bahkan manajer lembaga nonprofit. Salah satu lulusan, Siska, kini bekerja sebagai faith-based content strategist di platform digital Kristen terbesar di Asia Tenggara. Ia merancang narasi iman untuk jutaan pengguna, dengan gaji Rp16 juta/bulan. “Saya tidak berkhotbah di mimbar, tapi firman Tuhan tetap saya sampaikan dalam bahasa generasi Z,” katanya. Lain lagi dengan Budi, yang mendirikan lembaga pelatihan kepemimpinan berbasis nilai Alkitab untuk perusahaan. Kliennya termasuk startup ternama dan BUMN. Ia dibayar per se...

Lulusan STTBENTARA Ditolak Gereja? Ini Fakta Sebenarnya!

Gambar
Kabar mengejutkan beredar seorang lulusan STTBENTARA "ditolak oleh gereja lokal" karena “terlalu kritis” dan “terlalu muda”. Apakah ini tanda krisis otoritas rohani? Atau justru bukti bahwa STTBENTARA berhasil mencetak pemikir teologis yang tidak takut menantang kemunafikan? Faktanya, banyak lulusan STTBENTARA memang "tidak cocok dengan gereja tradisional yang statis". Mereka diajar untuk membaca Alkitab secara kontekstual, bukan dogmatis. Mereka didorong untuk bertanya: “Apa kata firman untuk dunia hari ini?” bukan sekadar mengulang khotbah dari 20 tahun lalu. Salah satu lulusan, Daniel, ditolak karena mengusulkan penghapusan sistem persembahan wajib yang memberatkan jemaat miskin. Ia menggantinya dengan prinsip berbagi sukarela berdasarkan 2 Korintus 9. Sayangnya, struktur gereja yang mapan merasa terancam. Tapi penolakan ini justru menjadi berkat. Daniel kini melayani di komunitas pinggiran, membangun gereja rumahan yang fokus pada pemberdayaan perempuan dan pend...

STTBENTARA Cetak Pemimpin Rohani yang Mengguncang Dunia!

Gambar
Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, Sekolah Tinggi Teologi Bentara (STTBENTARA) tidak hanya mencetak hamba Tuhan tapi "pemimpin rohani yang berani mengguncang dunia". Bukan dengan kekerasan, tapi dengan iman, integritas, dan keberanian moral. Kurikulum STTBENTARA dirancang untuk menggabungkan "keteguhan Alkitabiah" dengan "kepekaan sosial kontemporer". Mahasiswa tidak hanya belajar hermeneutika atau eksegesis, tapi juga diajak merespons isu-isu seperti kemiskinan, keadilan, ekologi, dan pluralisme dari perspektif Kristus. Salah satu lulusan terbaik, Pdt. Yohanes, kini memimpin gerakan pelayanan di daerah konflik Papua. Ia tidak membawa senjata, tapi membawa Alkitab dan program pemberdayaan ekonomi. Hasilnya? Ratusan keluarga kini hidup damai, anak-anak kembali ke sekolah, dan gereja jadi pusat rekonsiliasi. Di kota besar, alumni STTBENTARA menginisiasi "Gereja Urban" komunitas iman di tengah mal dan apartemen. Mereka melayani pekerja...

Mahasiswa STTBENTARA Sambut Tahun Baru 2026 dengan Semangat Baru dan Komitmen Belajar

Gambar
Di penghujung tahun 2025, atmosfer kampus Sekolah Tinggi Teknologi Bina Nusantara (STTBENTARA) dipenuhi semangat haru dan antusiasme. Mahasiswa dari berbagai jurusan Teknik Informatika, Sistem Informasi, hingga Desain Komunikasi Visual berkumpul dalam rangkaian kegiatan menyambut datangnya Tahun Baru 2026. Bukan sekadar perayaan, momen ini menjadi ajang refleksi atas perjalanan akademik, organisasi, dan pengabdian selama setahun terakhir, sekaligus melangkah maju dengan tekad baru. Kegiatan yang bertajuk “STTBENTARA Menyambut 2026: Kolaborasi, Inovasi, dan Integritas” digelar di area terbuka kampus dengan protokol kesehatan yang tetap diperhatikan. Acara dibuka dengan penampilan musik akustik dari komunitas mahasiswa, dilanjutkan dengan sharing session dari perwakilan angkatan 2022 hingga 2025. Masing-masing berbagi pengalaman tentang tantangan belajar daring-hybrid, proyek kolaboratif lintas jurusan, hingga partisipasi dalam kompetisi nasional yang berhasil membawa nama baik kampus. “...