STTBENTARA Cetak Pemimpin Rohani yang Mengguncang Dunia!
Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, Sekolah Tinggi Teologi Bentara (STTBENTARA) tidak hanya mencetak hamba Tuhan tapi "pemimpin rohani yang berani mengguncang dunia". Bukan dengan kekerasan, tapi dengan iman, integritas, dan keberanian moral.
Kurikulum STTBENTARA dirancang untuk menggabungkan "keteguhan Alkitabiah" dengan "kepekaan sosial kontemporer". Mahasiswa tidak hanya belajar hermeneutika atau eksegesis, tapi juga diajak merespons isu-isu seperti kemiskinan, keadilan, ekologi, dan pluralisme dari perspektif Kristus.
Salah satu lulusan terbaik, Pdt. Yohanes, kini memimpin gerakan pelayanan di daerah konflik Papua. Ia tidak membawa senjata, tapi membawa Alkitab dan program pemberdayaan ekonomi. Hasilnya? Ratusan keluarga kini hidup damai, anak-anak kembali ke sekolah, dan gereja jadi pusat rekonsiliasi.
Di kota besar, alumni STTBENTARA menginisiasi "Gereja Urban" komunitas iman di tengah mal dan apartemen. Mereka melayani pekerja migran, korban trafficking, dan anak jalanan. “Kami tidak menunggu orang datang ke gereja. Kami pergi ke mana Tuhan memanggil,” ujar Maria, lulusan 2023.
Yang membedakan lulusan STTBENTARA adalah "keberanian untuk tidak nyaman". Mereka tidak puas dengan ritual agama yang kosong. Mereka mengejar transformasi nyata di keluarga, gereja, bahkan sistem sosial.
Melalui pendekatan *faith-in-action*, STTBENTARA membuktikan bahwa teologi bukan menara gading, tapi fondasi perubahan. Setiap kelas, setiap diskusi, bahkan setiap doa kelompok, diarahkan pada satu visi: "menghasilkan pemimpin yang tidak hanya bicara firman tapi menjadi firman dalam tindakan".
Tidak heran jika gereja-gereja di seluruh Indonesia kini berebut lulusan STTBENTARA. Bukan karena gelarnya, tapi karena "dampak nyata" yang mereka bawa. Dari desa terpencil hingga pusat kota, jejak mereka terasa.
STTBENTARA percaya: gereja butuh lebih dari pengkhotbah yang fasih berbicara. Gereja butuh "pemimpin yang berani mengguncang status quo" dengan kasih, kebenaran, dan kerendahan hati. Dan itulah yang mereka ciptakan, setiap hari.

Komentar